BaliWiki - Akhir tahun 2015, Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Negara Asean sepakat untuk menghilangkan semua peraturan non tarif barrier.
Namun, sejumlah usaha lokal di Bali, khususnya wilayah Kabupaten Badung, tidak khawatir datangnya MEA nanti. Mereka mengaku sudah lama menghadapi persaingan ketat dengan usaha-usaha asing.
Masyarakat Badung sudah terbiasa menghadapi persaingan perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja ahli di Bali. Seperti, usaha handicraft lampu natural di Jalan Bypass Ngurah Rai, Banjar Kelan, Tuban.
Pujianto, pemilik usaha bernama Arisma Lamp ini, sudah lama berkompetisi dengan usaha di bidang handicraft milik asing. Tetapi, ia tetap berdaya saing dengan usaha milik asing. Inovatif dan bahan baku menjadi andalan usahanya.
"Kita tidak masalah menghadapi pasar bebas maupun MEA," jawab Pujianto pada Tribun Bali, Rabu (8/10/2014).
Dari pengalamannya, peminat asing lebih menyukai handicraft atau kerajinan buatan tangan, ketimbang pabrikan. Sebab, handicraft memiliki nilai seni yang tinggi.
Sumber: TribunBali
Namun, sejumlah usaha lokal di Bali, khususnya wilayah Kabupaten Badung, tidak khawatir datangnya MEA nanti. Mereka mengaku sudah lama menghadapi persaingan ketat dengan usaha-usaha asing.
Masyarakat Badung sudah terbiasa menghadapi persaingan perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja ahli di Bali. Seperti, usaha handicraft lampu natural di Jalan Bypass Ngurah Rai, Banjar Kelan, Tuban.
Pujianto, pemilik usaha bernama Arisma Lamp ini, sudah lama berkompetisi dengan usaha di bidang handicraft milik asing. Tetapi, ia tetap berdaya saing dengan usaha milik asing. Inovatif dan bahan baku menjadi andalan usahanya.
"Kita tidak masalah menghadapi pasar bebas maupun MEA," jawab Pujianto pada Tribun Bali, Rabu (8/10/2014).
Dari pengalamannya, peminat asing lebih menyukai handicraft atau kerajinan buatan tangan, ketimbang pabrikan. Sebab, handicraft memiliki nilai seni yang tinggi.
Sumber: TribunBali

0 comments:
Post a Comment